google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

4 Lagu BTS Ini Berisi Kritikan Tentang Isu Sosial yang Ada di Korea

BTS memang terkenal dengan lagu-lagunya yang memiliki makna yang dalam serta pesan moral. Berikut adalah 4 lagu BTS yang berisi kritik sosial.


0

BTS merupakan salah satu boyband asal Korea Selatan yang sekarang sedang sangat booming di berbagai negara. Lagu-lagu hits mereka seperti “Fake Love”, “Idol” dan “Boy With Luv” yang sudah banyak meraih penghargaan telah membawa mereka ke panggung-paggung internasional seperti BBMAs (Billboard Music Awards), AMAs (American Music Awards), Grammy dan masih banyak lagi. 

Namun selain lagu-lagu BTS yang upbeat dan catchy, terdapat lagu-lagu dari album mereka yang memiliki banyak makna dan pesan moral. BTS yang memulai debutnya pada13 Juni 2013 memang sudah banyak menciptakan lagu dengan lirik yang mengandung banyak pesan moral dan juga kritik sosial. 

Lantas lagu apa sajakah yang berisi kritikan tentang isu-isu sosial yang ada di Korea? Simak ulasan berikut ini.

N.O

“N.O” adalah title track dalam mini album pertama mereka “O!RUL8,2?” yang dirilis pada akhir tahun 2013. Dalam lirik lagu ini, BTS mengkritik sistem pendidikan di Korea yang menjadikan para siswa layaknya mesin belajar dan juga mengibaratkan sekolah sebagai sebuah penjara dengan siswa sebagai tahanannya. Sistem pendidikan di Korea sangatlah keras dan ketat.

Anak di usia belia sudah di doktrin oleh orang tua mereka untuk belajar dengan sangat giat agar dapat masuk ke universitas terbaik di Korea dengan harapan untuk menjadi orang yang sukses. Dalam lagu ini BTS berusaha menyampaikan pesan bahwa kita harus keluar dari sistem ini dan berusaha menjalani hidup bukan untuk memenuhi mimpi orang lain. 

Spine Breaker (등골브레이커)

“Spine Breaker” adalah lagu nomor delapan dalam mini album kedua mereka ”Skool Luv Affair” yang dirilis pada Februari 2014. Lagu ini berisi kritikan yang ditujukan kepada para remaja di Korea. Kebiasaan para remaja Korea yang berusaha untuk mengikuti tren berakibat pada orang tua mereka. 

Anak meminta kepada orang tua mereka untuk dibelikan tas atau sepatu yang sedang tren di kalangan teman-teman sekolahnya dengan alasan jika mereka tidak memiliki barang yang sedang tren di kalangan teman-teman sekolahnya, mereka akan tersingkirkan dari pergaulan. Remaja dengan perilaku seperti inilah yang disebut sebagai spine breaker atau pematah tulang belakang orang tua mereka karena orang tua bekerja keras untuk mencari uang dan berusaha memenuhi keinginan anaknya.

Baepsae/Silver Spoon (뱁새)

Lagu 뱁새atau bisa dibaca Baepsae adalah lagu nomor enam dalam mini album keempat BTS yang berjudul “The Most Beautiful Moment in Life: Part. 2”. Judul lagu ini berkaitan dengan peribahasa korea yaitu “뱁새가황세를따라가면다리가찢어진다” yang berarti “Jika gagak berusaha mengikuti bangau maka ia akan merobek kakinya sendiri.” Maksud dari peribahasa ini adalah jika kamu mencoba sesuatu hal diluar kemampuanmu, maka kemungkinan untuk gagal sangatlah besar. 

Bangau dalam peribahasa ini merujuk pada mereka yang memiliki kekuasaan seperti para konglomerat, perusahaan besar dan juga generasi yang lebih tua. Sedangkan gagak disini merujuk pada generasi muda atau kaum millenial Korea Selatan. Lagu ini berisi kritikan terhadap ketidakadilan sosial yang dihadapi kaum millenial di masyarakat Korea. Kesulitan akan mendapatkan pekerjaan, membeli rumah, segala hal mahal, ini merupakan dampak yang harus mereka hadapai yang disebabkan oleh generasi sebelumnya. Disini BTS menyampaikan bahwa sistem harus diubah pada masyarakat Korea agar hal ini tidak berdampak lebih parah untuk generasi selanjutnya. 

Am I Wrong

Am I Wrong merupakan lagu yang terdapat pada full album kedua BTS yaitu “WINGS” yang dirilis pada Oktober 2016. Dalam lagu ini BTS menyampaikan bahwa dunia sudah menjadi gila. BTS mengkritisi sikap apatis politik. Hal ini terlihat dari lirik yang dilantunkan oleh RM, salah satu rapper di BTS, yang berbunyi “Jika yang kau lihat di berita itu kau anggap bukan apa-apa atau tidak berarti apa-apa untukmu, maka kau tidak normal, kau abnormal”.

RM dalam liriknya yang lain yaitu “kita memiliki telinga tapi tidak untuk mendengar, kita memiliki mata tapi kita tidak melihat” menggambarkan masyarakat Korea yang tidak peduli akan sesama begitu juga dengan ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

Selain 4 lagu diatas, masih terdapat banyak lagu BTS yang menyinggung isu-isu seperti pendidikan, mental health, feminisme, dan banyak isu sosial lain yang berkembang di Korea. Para fans BTS dari berbagai negara juga akhirnya mengetahui dan sadar akan isu-isu sosial yang ada di Korea. Banyak dari mereka juga merasa relate dengan isu-isu yang diangkat oleh BTS karena isu tersebut juga terjadi di negara mereka. Bahasa bukan menjadi suatu batasan untuk para fans internasional untuk dapat memahami makana yang ingin BTS sampaikan dalam lagu mereka. 


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF