google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Depresi Kambuh Kembali?


0

Berita buruk bagi orang yang mengalami depresi, kondisi ini akan kambuh kembali. Bagi kalian yang pernah mengalami depresi, sayangnya kondisi ini akan dapat kembali terjadi. Depresi merupakan kondisi yang sekali datang dan hilang begitu saja. Ia dapat kembali muncul jika terdapat pemicu yang menyebabkan emosi kita dikuras dan berujung pada depresi kembali menyerang kita.

Bagi kalian yang pernah mengalami episode depresi lebih dari satu kali tentunya sudah tidak asing dengan kata relapse. Relapse adalah kembalinya gejala-gejala utama ketika seseorang sudah hampir pulih dari episode depresi.

Gejala ketika seseorang mengalami relapse kurang lebih sama dengan gejala depresi pada umumnya seperti perubahan emosi dan perilaku. Namun, ketika seseorang pernah mengalami depresi dan kemudian depresi ini mengalami relapse, kebanyakan dari mereka sangat ketakutan dan khawatir karena harus berhadapan dengan kondisi ini lagi. Tidak sedikit dari mereka yang tidak mau mengakui bahwa dirinya mengalami depresi lagi atau berada pada fase denial.

Lalu apa yang menyebabkan depresi mengalami relapse?

Penyebab paling umum orang mengalami relapse adalah karena biasanya seseorang belum sembuh secara keseluruhan dari depresinya. Banyak dari mereka yang mengalami depresi untuk pertama kali berhenti mengonsumsi obat antidepresan atau merasa bahwa depresinya selesai ketika ia tidak lagi menangis pada malam hari, sudah bisa tidur dengan nyenyak tanpa dihantui mimpi buruk. Namun hal ini tentunya salah. Tanpa kita sadari, masih ada beban emosi yang tersisa di dalam hati, masih ada pikiran negatif yang kadang datang dan pergi. 

Lingkungan sosial juga dapat menjadi pemicu untuk depresi datang kembali. Terkadang ada orang yang mengalami depresi namun secara emosi ia sudah sadar tidak ada yang perlu disedihkan lagi dan mulai pulih, namun lingkungan sosialnya masih menekannya dengan segala ekspektasi. Hal ini akan berujung pada pikiran mengalami stres berat dan depresi datang kembali.

Banyak juga ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami depresi tidak ingin membuat sahabat dan keluarganya khawatir sehingga ia berpura-pura baik-baik saja dan depresinya sudah sembuh. Beban-beban emosi seperti ini juga yang dapat memicu kambuhnya depresi secara berkepajangan.

Bagaimana untuk mencegahnya?

Untuk mencegah depresi untuk kambuh, terdapat tiga bagian besar untuk pengelolaan diri (self-management) yaitu mengidentifikasi tanda-tanda peringatan akan datangnya depresimu, mengambil tindakan, dan mencari bantuan dari luar ketika dibutuhkan. Waktu terbaik untuk melakukan langkah ini ketika kalian merasa baik-baik saja.

Lalu kenapa kita perlu melakukan pengelolaan diri (self-management)?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas,  mengalami satu episode depresi meningkatkan risiko mengalami episode lain. Penelitian menunjukkan bahwa risiko episode kedua adalah setinggi 50%, dan itu meningkat jika kalian pernah mengalami dua episode atau lebih dalam hidup. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa kalian dapat mengambil tindakan untuk menurunkan risiko episode mendatang.

Pertama, penting untuk mengikuti rencana perawatan medis yang berarti mengambil pengobatan lengkap dan menyelesaikan konseling penuh. Dan kedua, penting untuk memperhatikan tanda-tanda masalah suasana hati sehingga kalian dapat mencari bantuan lebih awal. Tujuannya adalah untuk mengambil tindakan sebelum gejala serius mempengaruhi hidup kalian. Meskipun tidak dapat menjamin bahwa kalian tidak akan pernah mengalami episode depresi lagi, kalian dapat melakukan banyak hal untuk menurunkan risiko.

Kenali gejala-gejala akan depresi yang pernah kalian alami. Gejala-gejala ini dapat berupa kurang atau lebihnya jam tidur, merasa terpuruk, susah untuk berkonsentrasi atau gejala lain yang pernah kalian alami ketika mengalami depresi. Sangat penting untuk menyadari gejala ini sejak awal agar relapse dapat diminimalisir.

Ketika kalian sudah mengenali tanda-tanda awal depresi dan mengetahui apa pemicunya, langkah selanjutnya adalah untuk mengambil tindakan. Kalian dapat memulainya melalui bagian terkecil seperti membangun coping skill yang sehat, mengidentifikasi situasi yang membuat stres, dan berusaha untuk mengelola situasi yang membuat kalian stres.

Bagian terbesar dari coping skill adalah gaya hidup sehat. Cobalah untuk memperbaiki pola makan, olahraga dengan teratur, dan tidur dengan cukup. Coba juga cara untuk merelakskan pikiran kalian. Kalian dapat mencoba olahraga pernapasan, mendengarkan musik dan kegiatan lain yang dapat menenangkan pikiran dan merelakskan otot.

Mulailah dengan berpikir positif. Penuhi pikiran kalian dengan hal-hal positif, hentikan kebiasaan buruk seperti overthinking, overgeneralization, dan berpikir bahwa segalanya sia-sia dan akan berujung pada kegagalan. Depresi dapat benar-benar memengaruhi cara berpikir tentang diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar kalian. Bagian dari coping yang sehat adalah mengidentifikasi dan menantang masalah pemikiran.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF