google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

Berteman Sederhana di Media Sosial


0

       Mungkin, dari SD sampai kuliah, prinsip utama yang paling aku pahami adalah manusia terlahir sebagai makhluk sosial, “manusia butuh orang lain”, bukan hanya untuk membantu, namun juga untuk sekedar ngobrol dan berinteraksi. Di zaman yang serba instan ini, kebutuhan berinteraksi semakin dipermudah dengan adanya media sosial, mulai dari Facebook, Instagram, Twitter dan masih bejibun lainnya, memudahkan orang untuk berinteraksi dengan hanya mengandalkan jari jempol mereka.

      Media sosial menyediakan fasilitas untuk membuat profil mereka sendiri, memberikan detail tentang kehidupan dan pengalaman, memposting gambar, dan menunjukkan preferensi, dan emosi kita. Media sosial memudahkan kita untuk membuat sebuah citra diri yang lain atau sesungguhnya di media sosial. Media sosial menjadi lahan penting untuk berinteraksi karena kemudahan, efisien, dan sedikit luapan ekspresi dan emosi yang dibutuhkan daripada ketika berinteraksi di kehidupan nyata, menjadikannya dipilih sebagai cara paling instan berinteraksi oleh masyarakat keinian penggila kemudahan. 

       Namun, manusia bukan hanya butuh berinteraksi, lebih jauh, Malsow (ahli psikologi) menyatakan bahwa manusia butuh adanya kasih sayang dan cinta, sebuah kebutuhan harga diri untuk mendapatkan peng-aku-an dari orang lain, kita butuh dianggap ada. Media sosial secara ajaib memberikan ruang yang luas untuk berinteraksi dan kemudahan pengakuan dari orang lain lewat like, dan komentar dari para netizen budiman. masalahnya adalah jalan apa yang nanti kita pilih untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat media sosial (netizen)?

       Mari kuperjelas, cara orang berinterkasi di media sosial sangat mudah, yakni melihat sebuah postingan dari sebuah akun, kemudian menentukan apakah perlu atau menarik untuk kita, memberi like, komentar atau beralih jalur personal message terkait postingan yang dibuat. Masalahnya adalah postingan yang seperti apa yang ada saat ini? Ibarat sebuah kurva, beberapa orang di media sosial sering memposikan diri mereka dibagian paling atas kurva atau paling bawah dalam sebuah kurva. 

Dalam pemikiranku itu berhubungan dengan kebutuhan manusia untuk diperhatikan dan diakui oleh orang lain. Aah aku jadi ingin mengutip tulisan Manson untuk memperjelas maksudku:

Menjadi rata-rata telah dianggap sebagai standar baru kegagalan. Perhatikan, hal paling buruk yang Anda hadapi adalah berada di tengah-tengah kawanan, di tengah-tengah kurva lonceng. Saat standar kesuksesan suatu budaya adalah dengan “menjadi luar biasa”, maka akan lebih baik berada di sudut bawah kurva lonceng tersebut daripada ditengah, karena disana, minimal Anda masih dianggap Istimewa dan berhak menerima perhatian. Banyak orang memilih strategi ini, untuk membuktikan kepada semua orang bahwa merekalah yang paling menderita, atau yang paling tertindas, atau yang paling menjadi korban

       Hidup kita sekarang terpapar dengan informasi dari sisi ekstrem kurva pengalaman manusia. Banjir bandang informasi ekstrem ini telah mengkondisikan kita untuk percaya bahwa keistimewaan adalah suatu standar kenormalan yang baru. 

      Aku mencari beberapa artikel mengenai fenomena yang relate dengan maksudku ini, dan kutemukan fakta bahwa remaja dan orang dewasa, merupakan pengguna media sosial terbesar yang sering mengungkapkankekecewaan, kesedihan, dan kesulitan hidupnya di media sosial. Dan disisi lain, tak terhitung banyaknya orang yang mengupload momen kebahagiaannya mereka untuk sekedar berbagi atau mencari perhatian yang sedang ingin dan akan ku bahas.

        Kita terus-menerus dalam perlombaan tikus, mencoba memposting video, foto, dan pembaruan status terbaik untuk menerima yang paling disukai. Di bawah kegilaan media sosial, kita sebenarnya berusaha untuk menyombongkan diri dan menunjukkan momen terbaik dalam hidup kita.

       Bukankah bahagia itu sederhana. Namun di era kekinian bahagia perlu disahkan oleh pendapat orang lain. Bahagia harus dibagi di berbagai media sosial. Seolah, seseorang belum benar-benar bahagia jika orang lain belum tahu. Saat perlu orang lain untuk menjustifikasi kebahagiaan kita, dan bahagia menjadi ranah kuasa orang lain, masihkah bisa disebut bahagia? Saat tidak ada orang yang memberikan komentar di statusmu, apakah temanmu benar benar tidak peduli? 

       Sebenernya aku juga bingung untuk menjelaskan sebenarnya titik poin mana yang aku tekankan, kita pun tidak tahu apa maksud dan niat dari masing-masing individu ketika meng-unggah sebuah postingan. Media sosial adalah tempat berbagi, sharing moment entah itu bahagia, biasa atau menderita. Namun alangkah baiknya jika spirit membagikan bukan lagi untuk mencari perhatian tapi untuk spirit berbagi kebermanfaatan. Aah tentu nanti pasti banyak sanggahan. Tentukan niat baik saja, dan biarkan yang selanjutnya terjadi.

            

Konlusi, kumohon !

            Media sosial dapat menyatukan, sebuah keterhubungan dan persahabatan yang terus menerus disediakan, namun yang paling penting dari itu semua: sebuah hubungan yang konkret dan otentik. Jangan terjebak oleh popularitas status Facebook atau foto Instagram, boleh jadi itu hanya sebuah delusi.

           Inti yang sedang aku bahas sebenarnya tidak perlu orang lain untuk menjustifikasi kebahagiaan kita, tidak perlu merasa orang lain harus peduli dengan kebahagiaan yang kita rasakan. Spirit untuk berbagi di media sosial perlu dasar yang baik, entah itu kebermanfaatan, berbagi wawasan dan informasi, membagikan hal yang lucu atau lainnya. Dan terakhir aku berpesan Jadilah temanku yang sederhana di media sosial, jadilah sederhana yang menenangkan.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win
rizalfanany

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF