google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

Hikikomori, Fenomena Sosial yang Menjadi Momok Masyarakat Jepang


0

Sebanyak lebih dari satu juta orang di jepang dengan rentangan umur mulai dari remaja hingga orang lanjut usia menghabiskan hidup mereka di kamar, menjauhi kontak sosial dengan dunia luar. Tentunya mereka putus sekolah dan tidak bekerja. Mereka bergantung diri pada anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhannya. Fenomena ini disebut dengan ‘Hikikomori’.

Hikikomori yang secara harfiah berarti ‘menarik diri’ atau ‘mengurung diri’ adalah suatu fenomena di kalangan remaja maupun orang lanjut usia di Jepang yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial. Istilah hikikomori merujuk kepada fenomena sosial secara umum sekaligus sebutan untuk orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok sosial ini.

Kantor Kabinet Jepang pada tahun 2016 merilis hasil survei yang menunjukkan data orang yang mengalami hikikomori. Sebanyak 641 ribu orang dengan usia 15 sampai 39 tahun di Jepang yang mengurung diri di kamar dan menjauhi kontak sosial. Lebih dar 35 dari angka tersebut telah mengisolasi diri selama lebih dari tujuh tahun.

Melansir asahi.com, (29/3/2019), survei baru yang dilakukan oleh pemerintah tentang data hikikomori menunjukkan bahwa diperkirakan sebanyak 613.000 orang dengan rentang usia antara 40 dan 64 tahun, yang didominasi oleh pria, telah ditemukan menarik diri dari masyarakat. Nomor ini melebihi angka hikikomori dengan rentang usia 15 sampai 39 tahun.  Hikikomori sendiri lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita dengan oerbandingan rasio 8:2.

Lalu bagaimana seseorang dapat berakhir dalam kondisi ini?

Melansir Asian Boss melalui kanal youtubenya, Yoshida Masashi selaku salah satu pengelola panti rehab bagi orang yang mengalami hikikomori menjelaskan bahwa orang dengan kondisi ekonomi diatas rata-rata justru berpotensi memiliki anggota keluarga yang mengalami hikikomori. Banyak dari mereka yang terlalu dimanja. Orang tua banyak mengontrol anaknya baik dalam segi sosial, pendidikan, dan masa depan. Hal ini berujung pada anak yang terlalu tertekan dengan tuntutan dan ekspektasi dari orang tua mereka dan akhirnya memutuskun untuk berhenti sekolah.

Namun selain itu tentunya terdapat faktor lain. Banyak dari mereka yang berada pada usia lanjut yang mengalami hikikomori kebanyakan mengalami stres, depresi maupun trauma. Persaingan di jepang seperti yang kita ketahui sangatlah ketat dan sengit. Untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan tentunya sangat sulit dengan semakin ketatnya persaingan. Banyak dari mereka yang dikecewakan oleh realita dan masyarakat lebih memilih untuk mengurung diri dan menghindari kontak dari dunia luar.

Cara Penanggulangan Hikikomori

Di Jepang sendiri sudah terdapat beberapa cara untuk menanggulangi hikikomori. Salah satunya yaitu panti rehab seperti yang dikelola oleh Yoshida Masashi. Di panti rehab ini, orang-orang yang mengalami hikikomori hidup secara bersamaan dan melakukan berbagai macam kegiatan.

Kegiatan dimulai dengan sarapan bersama, kemudian pergi ke kebun untuk melakukan kegiatan sukarela. Dengan melakukan berbagai kegiatan ini bersama dengan orang dengan kondisi yang sama, diharapkan dapat mengembangkan keterampilan sosial mereka. Pada malam hari sebelum tidur, dilakukan berbagi opini antar sesama orang yang mengalami hikikomori.

Proses rehabilitasi ini berjalan bisa berlangsung selama 5-6 bulan hingga mereka benar-benar dinyatakan pulih dan dapat melakukan aktivitas sosial selayaknya orang pada umumnya.

Selain itu ada cara lain yang digagas oleh Noki Futagami dari New Start yang merupakan sebuah organisasi non-profit yang bergerak mendampingi para hikikomori.

Organisasi ini mengadakan program yang dinaamakn “Rental Sister” dimana program ini adalah upaya pemulihan kehidupan para hikikomori. Program ini menyediakan teman bicara dengan ncara berkirim surat, bertelepon dan akhirnya mengunjungi para pasien hikikomori.

Melansir tirto.id, Oguri Ayako wanita yang bekerja sebagai teman bicara mengklaim selama satu dekade terakhir sampai 2018 telah membantu antara 40 sampai 50 hikikomori keluar dari cangkangnya.




Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF