google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

Masih Berlaku Budaya Patriaki di Masyarakat, Banyak Perempuan Papua Memilih Melahirkan Tanpa Pernikahan

Karena budaya patriaki masih berlaku di masyarakat Papua, harga mahar masih sangat tinggi sehingga banyak perempuan yang memilih melahirkan diluar pernikahan.


0

Foto: npr.org

HIPSTERMALANGTODAY Dilansir dari idntimes.com, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise merasa prihatin sekali ketika mengetahui bahwa banyak perempuan Papua yang memiliki keturunan tanpa ikatan perkawinan yang sah. Hal tersebut terjadi karena persoalan adat. Tingginya harga mas kawin (mahar) yang dianggap cukup memberatkan pihak keluarga laki-laki.

“Dampaknya tentu saja sangat fatal karena anak tidak bisa mendapatkan akta kelahiran. Hal ini jelas sudah melanggar hak anak,” kata Yohana yang dilansir dari idntimes.com, Selasa (26/2).

Tingginya mas kawin memberatkan masyarakat Papua

Dengan tingginya mas kawin yang memberatkan masyarakat Papua, Yohana lantas memohon kepada ketua dewan adat untuk menindaklanjuti dan mencari solusi terkait masalah tersebut. Dia juga meminta pemberian sanksi tegas kepada para laki-laki pegawai negeri sipil (PNS) terbukti berselingkuh dan menelantarkan istri serta anaknya.

“Sanksi berupa penurunan jabatan atau di-non job kan,” jelas Yohana.

Adat harus bisa menyesuaikan perkembangan global

Dengan perkembangan global serta kemajuan teknologi saat ini, Yohana menekankan, adat harus bisa menyesuaikan. Seluruh persoalan harus disesuaikan dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Saya tidak mau mengubah adat. Namun, sebaiknya adat bisa bersifat lebih fleksibel, mengikuti perkembangan zaman. Kita juga harus membuka pola pikir bersama,” tuturnya.

Budaya patriarki masih mengakar kuat di tengah masyarakat

Yohana menambahkan, kaum perempuan dan anak di Papua saat ini masih dhantui berbagai tindak kekerasan. Dibandingkan perempuan di daerah lain di Indonesia, kualitas hidup perempuan di Papua pun masih tergolong rendah. Menurut Yohana, perempuan mengalami diskriminasi yang disebabkan oleh budaya patriarki yang berlaku di tengah masyarakat, baik dalam struktur adat maupun agama.

“Padahal, adat dan agama merupakan elemen penting dalam kehidupan masyarakat untuk mendorong pembangunan di tanah Papua,” tuturnya.

Seluruh komponen masyarakat diminta bergandengan tangan memutus rantai kekerasan

Ketika menghadiri acara temu dengar pendapat tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta lembaga masyarakat di Kota Sorong, Papua Barat, Yohana juga menerima berbagai masukan. Pada aspek pendidikan, biaya sekolah masih tergolong mahal di beberapa wilayah Papua Barat. Begitu juga dengan masalah ekonomi yang terkait dengan minimnya ketersediaan pasar dan modal usaha bagi mama-mama (ibu-ibu).

Pelatihan keterampilan bagi perempuan Papua juga sangat dibutuhkan, baik di bidang kuliner maupun kerajinan. Masalah dalam aspek agama, perkawinan yang terjadi campur antaragama juga menjadi sorotan. Serta tingginya angka kekerasan yang disebabkan oleh  laki-laki yang memiliki kebiasaan mabuk karena minuman keras, hingga kenakalan remaja seperti anak mengonsumsi lem aibon.

“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk saling bergandengan tangan. Mari kita lindungi perempuan dan anak di tanah Papua ini. Penuhi hak tumbuh kembang anak, putuskan mata rantai kekerasan pada perempuan dan anak. Mari kita bangun tanah Papua, khususnya Kota Sorong agar menjadi kota yang aman, bersih, nyaman, serta ramah perempuan dan anak,” kata Yohana. (alv)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF