google-site-verification=bz7-mESomjIDIqdIIkzPwd8yqdX8UWO4O1wY2S9zFe0

Thalaikoothal, Ritual Sadis Membunuh Orang Tua di India

Kamu mungkin baru kali ini mendengar kata Thalaikoothal, Dilansir dari topyaps.com pada Kamis (21/2/19) secara harfiah kata itu berarti Tamil untuk ‘mandi’.


0

Thalaikoothal-3.jpg

Foto: TopYaps.com

HIPSTERMALANGTODAY Kamu mungkin baru kali ini mendengar kata Thalaikoothal, Dilansir dari topyaps.com pada Kamis (21/2/19) secara harfiah kata itu berarti Tamil untuk ‘mandi’. Terdengar seperti kata kuno; namun artinya sungguh mengerikan.

Thalaikoothal adalah praktik membunuh seorang lansia dalam sebuah ritual yang menyerupai menggiring domba untuk disembelih- kecuali dalam hal ini tidak melibatkan pisau.

Di sebuah negara yang menjunjung budaya yang hidup di segala lapisan masyarakat, praktik ritual bunuh diri ini justru diterima seperti sebuah tradisi yang tidak berbahaya. Ketika sebuah keluarga tidak lagi mampu menanggung beban lansia, maka mereka membunuh mereka. Seseorang yang mempunyai hati terkuat sekalipun mungkin akan merasa ngeri dengan metode yang digunakan untuk membunuh orang tua. 

Para lansia yang biasanya berusia di atas 50 tahun, pertama-tama akan diberi rendaman minyak dan kemudian dipaksa untuk minum berliter liter air kelapa. Hasilnya adalah, gagal ginjal dan kematian yang menyakitkan. 

Metode lainnya adalah memijat kepala dengan air dingin. Ini menyebabkan penurunan suhu tubuh secara tiba-tiba. Tubuh tua tidak menjadi lemah dan tidak mampu menangani perubahan ini yang mengakibatkan gagal jantung. 

Ada cara ketiga, jika dua metode sebelumnya tidak bekerja. Disini lansia akan dipaksa makan campuran lumpur dan air, lumpur yang berbentuk seperti pasta ini sukar untuk ditelan hingga menyebabkan mati lemas dan mati. 

Pembunuhan biadab ini dapat diterima secara luas membuktikan banyak kejahatan yang mengintai di masyarakat yang nampak sangat beradab. Bagi Hoi Polloi di desa-desa dan kota-kota Tamil Nadu tempat Thalaikoothal ini dipraktikkan, ini adalah ‘siklus kehidupan’.

Alasan karena tidak ada yang ditangkap akibat menjalankan praktik ini, karena tidak ada yang mengeluh dan dokter sering menyebutkan alasan kematian sebagai penyebab alami. Karena masyarakat menerimanya sebagai hal yang biasa, tidak ada rona dan tangisan dalam menjalankan praktik ini. Seluruh desa bersatu di belakang mereka yang melakukan praktik ini. Terkadang, lansia itu sendiri yang menyetujui Thalaikoothal. Semuanya dilakukan dengan persiapan penuh. Kerabat sering diberitahu tentang tanggal pelaksanaan Thalaikoothal, seolah-olah seperti mengadakan pesta pernikahan. (pw)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF